Rahasia Segala Rahasia

buku tasawuf

Cahaya Kalbu

Hidup Jadi Hidup Bila Hati Kita Hidup

Rahasia Segala Rahasia

Rahasia-segala-Rahasia

Rahasia-segala-Rahasia

Rahasia segala Rahasia, Buku yang terdiri dari dua puluh empat fasal ini ditulis oleh Syaikh Abdul Qodir Al Jailani Q.S. antara abad ke 5 – 6 hijriyah atau kurang lebih pada abad ke 9 masehi. Pada edisi pertama kami terbitkan dalam dua jilid (jilid 1 dan 2) namun karena banyak fihak yang mengharapkan kemudahan memperoleh buku secara utuh, maka pada terbitan edisi ke dua buku yang membahas ajaran tasawuf ini kami jadikan satu jilid.

Syaikh Abdul Qodir Al Jailani Q.S. adalah seorang ulama Thareqa yang sangat termasyhur, banyak kitab yang telah beliau tulis. Di dalam muqadimah kitab Rahasia segala Rahasia ini beliau menuliskan antara lain : “Para ulama menjadi hamba-hamba Allah yang khowas, yang dipilih Allah (untuk meninggikan) citra agama-Nya, diberi petunjuk oleh Allah kepada agama dengan karunia sebagai kelebihannya, kemudian Allah mendahulukan dan memilih mereka. Para ulama adalah pewaris dan pengganti para nabi, pemimpin dan ‘urafa (yang sudah sampai ke tingkat ma’rifah Allah) kaum muslimin, sebagai mana firman Allah ta’ala “Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba-hamba kami, lalu di antara mereka ada yang zalim linafsih (menganiaya diri sendiri) dan di antara mereka ada yang muqtasid (pertengahan) dan di antara mereka ada (pula) yang sabiq bil khairat (lebih dahulu berbuat baik) [Q.S: Fathir/35 : 2]. Sebagaimana Nabi Muhammad saw bersabda : “Para ulama adalah pewaris para nabi dengan ilmu, mereka dicintai langit, ikan-ikan di laut memohon ampun kepada Allah untuk mereka sampai hari kiamat”. Rasulullah saw bersabda “Allah membangkitkan hamba-hamba-Nya pada hari kiamat, kemudian membedakan para ulama. Allah ta’ala lalu berfirman “Wahai para ulama, Aku tidak letakkan ilmu-Ku kecuali karena Aku maha Mengetahui keadaan dirimu, Aku tidak berikan ilmu pada kalian untuk menyiksa kalian. Berangkatlah ke surga, karena Aku telah mengampuni kalian”.

Segala puji bagi Allah atas segala keadaan, yang telah menjadikan surga berupa derajat yang menjadi bagian bagi kaum ‘abidin, dan surga berupa “qurbah” (keterdekatan) bagi kaum ‘arifin.

Amma ba’du

Ketika Allah menciptakan ruh Muhammad saw pertama kali dari cahaya keindahan-Nya sebagaimana firman Allah dalam hadits Qudsi : “Aku ciptakan pertama kali Muhammad dari cahaya wajah-Ku”. Juga sabda Rasulullah saw : “Yang pertama kali Allah ciptakan adalah ruhku. Yang pertama kali Allah ciptakan cahayaku. Yang pertama kali Allah ciptakan pena. Yang pertama kali Allah ciptakan adalah akal”. Yang dimaksud dari semuanya adalah satu, yakni hakikat Muhammadiyah. Tetapi :

Ia disebut cahaya karena bersih dari zulmaniyah jalaliyah. Sebagai firman Allah “Telah datang kepada dari Allah cahaya dan al-Kitab [Q.S: Al-Maidah/5 : 15]; Ia juga disebut akal karena dapat memahami kuliiyat (segala yang bersifat universal); Juga disebut pena karena ia merupakan media untuk transfer ilmu sebagaimana pena merupakan media transfer ilmu dalam alam huruf. Jadi ruh Muhammadiy merupakan intisari alam raya, awal dan pangkal segala makhluk, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “Aku dari Allah, dan orang-orang yang beriman dariku”. Dari ruh Muhammadiy ini diciptakanlah semua ruh di alam Lahut dalam bentuk hakiki yang paling baik, yakni nama hajalah al-uns di alam tersebut, yaitu negeri asal. Setelah 4000 tahun berlalu, Allah menciptakan ‘arsya dari nur ‘aini (cahaya jiwa) Muhammad saw, sedangkan kuliiyat yang lainnya diciptakan darinya. Ruh-ruh itu dikembalikan ke kerak dasar kainat (alam raya) yakni jasad, seperti firman Alla : “kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya”. . . . . . . . . . .

Dari dua pulum empat fasal, dua belas diantaranya adalah Penjelasan tentang kembalinya manusia ke negeri asalnya; Penjelasan tentang dikembalikannya manusia ke derajat terendah; Penjelasan tempat ruh di dalam jasad; Penjelasan tentang jumlah ilmu; Penjelasan taubat dan talking; Penjelasan tentang ahli tasawuf; Penjelasan tentang Dzikir; Penjelasan tentang syarat-syarat Dzikir; Penjelasan tentang melihat Allah; Penjelasan tentang tirai-tirai zulmaniyah (kegelapan) dan nuraniyah (cahaya); Kebahagiaan dan kesengsaraan; Penjelasan tentang orang-orang faqir.

Buku Rahasia segala Rahasia ini adalah kitab berbahasa arab dengan judul ‘Sirr al-asrar wa mazhhar al-anwar fima yahtaju ilaih al-abrar” , yang kemudian diterjemahkan oleh Drs. Anding Mujahidin M.Ag. seorang dosen dan instruktur Bahasa Arab di LBIQ dan beberapa perguruan tinggi Islam. Penerbit buku ini adalah Laksana Utama – Otista III – Jakarta Timur.