oleh : Bambang Dwi Atmoko

Hingga akhir hayatnya tidak banyak orang yang mengetahui siapa sesungguhnya Uwais Al-Qorni, yang mereka ketahui adalah Uwais Al-Qorni yang fakir dan miskin serta tidak memiliki sanak saudara. Hal ini disebabkan dirinya tidak ingin diketahui orang lain, sebagaimana yang ia katakan kepada Sayyidina Umar ibnu Khotob dan Sayyidina Ali ibnu Abuthollib r.a. : “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang, untuk hari-hari selanjutnya biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi”. Bahkan saat itu ia menolak sumbangan dari Sayyidina Umar ibnu Khotob r.a. sebagai jaminan hidupnya,. Betapa mulianya ia dan betapa tinggi derajatnya di sisi Allah swt. Sehingga di saat wafatnya ada beberapa peristiwa yang sempat menggemparkan penduduk negeri Yaman.
Sepertinya Allah swt telah mengutus dan menggerakan malaikatnya untuk mengurus jenazah Uwais Al-Qorni. Maka ketika jenazah tersebut akan dimandikan, di tempat tersebut sudah banyak orang yang menunggu untuk melaksanakannya; demikian juga pada saat jenazah hendak dibungkus dengan kain kafan, di tempat itu-pun sudah ada beberapa orang yang menunggu untuk melakuna tugas tersebut; dan ketika jenazah akan dibawa ke tempat pemakaman, banyak sekali orang yang siap untuk mengangkat dan mengusungnya; bahkan pada saat jenazah akan dimakamkan ternya ditempat tersebut-pun telah siap orang-orang yang akan melakukan tugas-tugas tersebut, (konon orang-orang yang mengurus jenazah Uwais tersebut tidak dikenal oleh penduduk sekitar dan mereka berpakain serba putih). Hal ini membuat penduduk Yaman tercengan, “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al-Qorni, sehingga Allah mengutus Malaikat untuk mengurus jenazahmu”.
Sepeninggal Uwais Al-Qorni, perlan-lahan penduduk negeri Yaman mengetahui siapa ia, bahkan Nabi Muhammad saw sempat menyebutkan bahwa Uwasi Al-Qorni sebagai “penghuni langit”.
Di dalam bukunya yang berjudul “Mistahussudur” Syaikh Akhmad Sohibulwafa Tajularifin r.a. menuliskan : “Jadi, para syaikh ini sesungguhnya thareqat (jalan) menuju Allah swt, sekaligus penunjuk jalan muju Allah swt, serta pintu masuk menuju Allah swt. Oleh karena itu, setiap murid yang ingin ma’rifat lepada Allah swt harus memiliki seorang syaikh, sebagaimana telah kita jelaskan di atas, kecuali mereka yang memang memperoleh ma’rifat lewat jalan dedikasi total kepada Allah dan dengan cara yang luar biasa. Bisa saja Allah memilih salah seorang hamba-Nya, Dia sendiri yang mendidiknya, menjaganya dari godaan syaitan dan dari noda hawa nafsu seperti Nabi Ibrahim a.s. Nabi Muhammad saw dan Uwais Al-Qorni dan para wali dan lain-lain semoga Allah mencurahkan Rahmat kepada mereka… amin…













assalamualakum.. kaifa hal ?
tks.
SEMAKIN DEKAT DENGAN ALLAH SWT, SEMAKIN SERING AIR MATA MENGALIR… TIADA RASA YNG LEBIH INDAH SELAIN KERINDUAN KEPADA ALLAH SWT… TIADA KETENANGAN BATIN KAN DIPEROLEH KECUALI MENDEKATKAN DIRI KEPADA-NYA… ASSALAMUALIKUM””
selalu dan selalu /istiqomah dalm menjalani sesuatu
I wanted to post you the bit of note to finally thank you very much as before for your pleasing strategies you’ve provided in this article. This is really unbelievably open-handed of you giving unhampered all numerous people could possibly have offered for sale as an e book to help with making some dough for themselves, especially since you could possibly have tried it if you decided. The advice additionally acted to be a good way to be certain that many people have the identical keenness the same as my very own to find out a little more when considering this issue. I am certain there are many more fun periods in the future for individuals that browse through your site.
for layaer 3 swicth
thanks for your response and your advice, I just hope that my writing is useful for anyone in need. may god Allah have mercy on us all amen
ingatlah cerita ini semoga menjadi inspirasi untuk kita